Dalam pelaksanaan bongkar muat memang perlu diakui tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah, dan situasi ini jamak dijumpai. Pasalnya dalam proses distribusi tentu akan ada banyak faktor yang menghambat proses tersebut yang kemudian menghadirkan masalah beruntun. Kegiatan bongkar muat secara otomatis tidak hanya melibatkan satu instansi dan satu perusahaan saja melainkan ada beberapa yang kemudian dituntut untuk saling bekerja sama. Sehingga proses bongkar muat, import, ekspor, dan sebagainya di pelabuhan terjamin lancar.
Faktor yang Menghambat Bongkar Muat
Bongkar muat adalah kegiatan yang tentu berjalan nyaris setiap hari untuk memindahkan produk dari pabrik pembuatnya kepada masyarakat. Beberapa perusahaan melakukan bongkar muat untuk mengirimkan produksinya ke luar negeri dan dalam kasus ini disebut kegiatan ekspor. Proses bongkar muat pun tidak hanya dilakukan untuk mengeluarkan muatan dari perusahaan namun bisa pula sebaliknya. Proses produksi perusahaan kadang bisa berjalan usai mendapatkan suplai material, komponen, dan sebagainya yang dibutuhkan dari perusahaan luar. Terkadang juga berasal dari luar negeri, yang dikenal sebagai kegiatan import.
Dalam proses distribusi ini akan dilakukan bongkar muat beberapa kali, dan salah satunya dilakukan di kawasan pelabuhan. Secara menarik proses pelaksanaan bongkar muat di pelabuhan atau dimanapun tidak terlepas dari yang namanya masalah. Penyebab dan jenis masalah ini beragam, adapun faktor yang memicunya antara lain:
1. Kurang handalnya managemen dari pihak-pihak yang memakai jasa pengelola pelabuhan sehingga ada ketidakcocokan data maupun jadwal bongkar muat.
2. Jumlah alat bantu bongkar muat masih terbatas dan permasalahan semakin kompleks saat peralatan yang ada malah mengalami kerusakan.
3. Adanya muatan yang jumlahnya kurang atau ada kontainer muatan yang tertukar sehingga perlu ditanggulangi dulu sebelum bisa dibongkar muat.
4. Adanya kendala material dari pihak pemerintah yang memang mengelola pelabuhan disamping ada perusahaan anakan di pelabuhan tersebut.
Sebenarnya untuk meminimalisir permasalahan saat pelaksanaan bongkar muat di pelabuhan diperlukan sebuah koordinasi apik dari semua pihak. Koordinasi ini akan terbentuk dengan baik manakala ditunjang oleh teknologi informasi terkini sehingga pertukaran data dan barang jauh lebih lancar dan bebas masalah. Penggunaan teknologi memang aktualnya sangat berperan penting dalam proses distribusi, inilah mengapa semua pihak yang terlibat perlu melakukan investasi untuk menyediakan teknologi yang memadahi tersebut.
Selain mengandalkan teknologi terkini, penggunaan media komunikasi terkini juga sangat penting untuk kelancaran bongkar muat. Minimal baik pengelola kapal maupun supir truk sudah memakai handphone atau telepon untuk berkomunikasi langsung ke perusahaan terkait ketika ada masalah. Sehingga bisa langsung diselesaikan, tanpa perlu membuat kapal dan truk menginap sampai berhari-hari di pelabuhan. Tentunya akan merugikan semua pihak yang terlibat pada pelaksanaan bongkar muat tersebut.
0 Komentar